,

Bersama INFID, IDFoS Indonesia Lakukan Riset Pemetaan Kondisi Sanitasi Pesantren di Bojonegoro

Bersama INFID, IDFoS Indonesia Lakukan Riset Pemetaan Kondisi Sanitasi Pesantren di Bojonegoro

Bersama INFID, IDFoS Indonesia Lakukan Riset Pemetaan Kondisi Sanitasi Pesantren di Bojonegoro

Bojonegoro – IDFoS Indonesia bersama INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) saat ini tengah melakukan riset pemetaan kondisi sanitasi pondok pesantren di Bojonegoro. Riset ini berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-6, yaitu air bersih dan sanitasi yang layak.

Koordinator Riset, Rizal Zubad Firdausi, menjelaskan bahwa penelitian ini didorong oleh kebutuhan untuk mendukung pencapaian SDGs tujuan ke-6. “Salah satu sasaran utama kami adalah pondok pesantren karena seringkali mendapatkan stigma negatif mengenai kondisi sanitasinya yang dianggap buruk, kumuh, kotor, dan kemproh (bahasa Jawa),” ujar Rizal.

Penelitian ini bertujuan untuk memotret kondisi sanitasi pesantren di Bojonegoro sebagai gambaran awal. Hasil dari penelitian ini akan digunakan untuk menyusun kertas kebijakan (policy brief) yang memberikan rekomendasi terkait kebijakan sanitasi khususnya di pesantren.

Baca juga:  FGD Pemetaan Potensi BUMDes Bandungrejo

Proses penelitian melibatkan IDFoS Indonesia sebagai peneliti utama serta STIKES Rajekwesi Bojonegoro dan Universitas Bojonegoro sebagai reviewer. Penelitian dirancang bersama-sama, diikuti dengan pengambilan data, pengolahan data, dan konsultasi publik pada tahap finalisasi.

Dari total 356 pondok pesantren di Bojonegoro, data dikumpulkan dari 186 pesantren melalui kuesioner dan wawancara.

Beberapa pesantren yang telah disurvei berharap adanya kepedulian dari pemerintah untuk meningkatkan sanitasi di pesantren mereka.

Penelitian ini juga didukung oleh Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro yang memberikan surat izin dan pengantar kepada pihak pesantren untuk memperlancar proses pengumpulan data.