IDFoS Jadi Pilot Project LSM Akuntabel di Bojonegoro

BOJONEGORO – Akuntabilitas adalah suatu proses di mana suatu organisasi menganggap dirinya bertanggungjawab secara terbuka mengenai apa yang diyakininya, apa yang dilakukan, dan apa yang tidak dilakukannya.

Ini ditunjukkan dengan cara melibatkan berbagai pihak terkait yang disebut pemangku kepentingan (stakeholder) dengan aktivitas organisasi tersebut. Serta memberikan respons terhadap pandangan dan kritik-kritik terhadapnya.

”Dan IDFoS Indonesia menjadi Pilot Project LSM akuntabel di Bojonegoro,” kata ahli keuangan dari INSIST Yogyakarta Octalina Puspawardani atau Ophe saat memberikan asistensi keuangan di IDFoS beberapa waktu yang lalu.

Pemilihan IDFoS menjadi pilot project LSM akuntabel paska dilakukannya pelatihan keuangan yang diselenggarakan di INSIST Yogyakarta November lalu. Pelatihan keuangan diberikan kepada 20 LSM mitra operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Antara lain IDFoS, Ademos, Paratazkia, Gemati, LIMA2B, Srikandi, Fospora dll.

Baca juga:  Kades Gayam Minta Pendamping Tingkatkan Koordinasi

Paska diberikannya pelatihan keuangan, INSIST Yogyakarta selaku NGO nasional yang memfasilitasi pelatihan itu memilih tiga NGO untuk menjadi Pilot Project LSM yang berakuntabel.

“Setelah selesai pelatihan di INSIST beberapa waktu yang lalu kita terus memonitoring dampak paska diberikan pelatihan keuangan, bagaimana NGO tersebut menerapkan pengelolaan keuangannya. Kita selalu email dan uber terus LSM itu, mana laporannya, mana laporannya,”ungkap Ophe di kantor IDFoS Indonesia, Jl Sersan Mulyono No 35 Bojonegoro.

Dengan dipilihnya IDFoS bersama dua LSM lainnya sebagai pilot project LSM akuntabel diharapkan bisa meningkatkan citra LSM di masyarakat.

“Dengan dipilih tiga LSM ini sebaga pilot project harapannya nanti LSM-LSM Lain bisa belajar dari tiga LSM tersebut, bagaimana menerapkan dan pengelolaan keuangan yang benar di NGO dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga:  Aliansi OMS Gelar Diskusi Raperbub

Asistensi pengelolaan keuangan bagi NGO atau LSM merupakan salah satu program penguatan kapasitas bagi LSM Mitra ExxonMobil Cepu Limited yang di dukung EMCL, Pertamina EP Cepu, Badan Kerjasama Blok Cepu di bawah pengendalian dan pengawasan SKK Migas yang difasilitasi oleh INSIST Yogyakarta. Selain pengelolaan keuangan, bentuk penguatan kapasitas bagi LSM yang lainnya adalah dalam program pengembangan Sistem Informasi Desa yang di fasilitasi lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Solo. (iwd/yok)