,

Peduli Kesehatan Masyarakat Petani Hutan, IDFoS Indonesia Gandeng Dinas Kesehatan Sosialisasikan PHBS di Desa Ngasem

Kembali adakan kegiatan bermanfaat dan positif bersama masyarakat. IDFoS Indonesia Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan  Filantropi Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi PHBS bersama masyarakat tepian hutan Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jum’at (24/11/2023).

Bertempat di rumah Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bpk Wiji di Desa Ngasem, Bojonegoro. Acara diikuti lebih dari 60 peserta dari anggota LMDH Ngasem Barokah serta masyarakat di lingkungan Dusun Besaran, pemerintah desa Ngasem dan Tim dari IDFoS Indonesia. Hadir juga sebagai Narasumber dr. Trikarahmawati dari Dinas Kesehatan Bojonegoro.

IDFoS Indonesia yang di Wakili oleh M. Miftcahul Ridwan, menyampaikan terimakasih atas kolaborasi kegiatan ini khusunya kepada masyarakat yang turut antusias hadir dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi PHBS yang di inisiasi oleh Filantropi Indonesia. Hal ini sebagai bentuk kepedulian IDFoS Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro kepada masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para petani serta masyarakat yang begitu antusiasnya mengikuti kegiatan kali ini” katanya.

Baca juga:  Awali Pelaksanaan Program dengan Koordinasi

Dengan mengadakan sosialisasi perilaku hidup bersih sehat (PHBS) ke masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani khususnya di wilayah hutan maka perlu diberikan informasi tentang pentingnya pola hidup sehat terjaga.

Kasun Besaran saat sambutan sampaikan terimakasih

Arif Rahman selaku kepala Dusun Besaran, Desa Ngasem menyampaikan terimakasih kepada IDFoS Indonesia atas kesempatan yang diberikan di Desa Ngasem untuk kegiatan sosialisasi PHBS.

“Kami sangat berterimakasih kepada IDFoS Indonesia dan juga Dinas Kesehatan Bojonegoro atas diberikannya Sosialisasi dan Edukasi PHBS” Ungkap beliau saat sambutan.

“jadi harapan kami dengan adanya kegiatan semacam ini masyarakat dapat ikut serta dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat” kata Kasun Besaran.

Dinas Kesehatan Bojonegoro dr. Trikarahmawati menyampaikan bahwa pentingnya acara Sosialisasi dan Edukasi PHBS dilakukan, karena Kabupaten Bojonegoro termasuk memiliki angka stunting yang tinggi.

dr. rahma paparkan prilaku hidup sehat dalam rumah tangga

Dokter Rahma, sapaan akrabnya menyampaikan sembilan poin perilaku yang perlu dilakukan antara lain lakukan persalinan di Puskesmas; berikan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk anak yang baru lahir untuk mencegah anak sunting; menimbang bayi dan balita setiap bulan biar tahu kondisi bayi termasuk untuk memantau adanya penyakit bawaan dari genetik; makan sayur dan buah setiap hari untuk mendapatkan gizi yang seimbang; Menggunakan air bersih.

Baca juga:  Masyarakat Gayam Banyak yang Ingin Jadi Wirausaha

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 40 detik; memberantas jentik di rumah dengan cara menguras bak dan penampungan air secara rutin; melakukan aktivitas fisik setiap hari (olahraga); tidak merokok di dalam rumah agar keluarga terhindar dari asap rokok.

“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat mempunyai sembilan poin standard, intinya jangan muluk-muluk lakukan saja sembilan poin sederhana” ungkap dokter muda tersebut

“Lakukan secara teratur sembilan poin Perilaku Hidup Sehat, dengan begitu pola hidup sehat terjaga. Dan alasan utama kenapa stunting terjadi yaitu tidak adanya perilaku hidup bersih dan sehat” lanjutnya

Dokter Rahma juga berpesan kepada peserta bahwa ada penyakit yang bisa menular akibat bakteri, kuman dan virus yang berkembang biak sehingga dapat menyebabkan peningkatan penyakit. Dia pun berharap kegiatan kolaborasi kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut agar pola hidup sehat dan bersih bisa diterapkan langsung oleh masyarakat

Baca juga:  Koordinasi Patra Daya 2017 Wilayah Gayam

“Saat ini kita wajib untuk terus menjaga kebersihan, baik itu kebersihan lingkungan, maupun tubuh kita agar terhindar dari penyebab penyakit” pesannya.

Lugito (72) Masyarakat Dusun Besaran yang antusias memberikan pertanyaan terkait tubuhnya yang sering merasakan pusing apakan itu berbahaya atau bagaimana.

“Kulo niku sering ngelu (Saya itu sering merasakan sakit kepala), pripun itu bu (bagaimana itu bu)” tanya mbah Lugito

Menurut dokter Rahma itu penyebab dari faktor usia, yang perlu dilakukan yaitu sering istirahat, sering beraktivitas setiap hari, sering cerita atau jangan memendam pikiran sendiri dan selalu cek kesehatan secara berkala. (Kuh/red)