Pelatihan dan Magang Budidaya Ayam Petelur

Tuban – Pertamina EP Cepu dan Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia mengadakan Pelatihan dan Magang Budidaya Ayam Petelur untuk BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal Desa Kaliombo, Kecamatan Nagasem, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (1/12).

Kegiatan bertujuan untuk menambah pengetahuan mengenai proses menjalankan usaha budidaya ayam petelur mulai penataan kandang, pemberian makanan, penanganan penyakit dan pemberian vitamin, hingga berbagai kendala yang ada, serta untuk peningkatan produksi.

Pelatihan dan magang ini merupakan bagian dari alur program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Melalui Optimalisasi Unit BUMDesa di Desa Kaliombo yang diinisiasi oleh Pertamina EP Cepu atas persetujuan SKK Migas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara langsung di tempat peternakan ayam petelur yang berada di Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Jumlah peserta ada 20 orang, terdiri dari Pengelola, Pengawas, dan Penasehat BUMDesa Kaliombo. Kegiatan ini juga diikuti oleh Pendamping Populasi Purwosari dari perwakilan Dinas Peternakan dan Pendamping BUMDesa Purwosari.

Baca juga:  Sosialisasi Program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Melalui Optimalisasi Unit Bisnis BUM Desa

Baim Farm, lokasi pelatihan dan magang, telah menjalankan usaha peternakan ayam petelur dengan jumlah ayam petelurnya saat ini sebanyak 17 ribu ekor, dengan jumlah produksi telur 7,5 kwintal.

M Zainal F, perwakilan dari peternakan ayam Baim Farm mengatakan, dalam menjalankan usaha peternakan ayam petelur, yang paling penting adalah menjaga kesehatan ayam melalui pakan dan sirkulasi udara sekitar kandang.

Pemeliharaan yang baik dan kesehatan ayam yang baik akan menentukan produktifitas ayam petelur agar target yang direncanakan dapat terwujud.

“Kami terbuka jika ada yang ingin belajar, harapannya dengan semakin banyak pelaku usaha ayam telur di Tuban, daerah ini dapat menjadi sentra ayam telur nasional. Karena sebagian besar bahan kebutuhan pakan ayam di daerah ini tersedia dan melimpah,“ terang Pengusaha muda tersebut.

Baca juga:  IDFoS Datangi BAPPEDA Bojonegoro

Lilik Sugiharto Ketua BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Pasalnya, selain dapat bertemu dengan pengusaha yang memiliki bidang usaha ayam petelur juga dapat saling tukar pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan usaha ayam petelur.

“Kegiatan ini sangat banyak memberikan ilmu yang bisa didapatkan terkait usaha ayam petelur, selain itu juga teman-teman BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal sangat berterimakasih kepada Pertamina EP Cepu dan IDFoS Indonesia yang memfasilitasi kegiatan ini sehingga terlaksana. Semoga dengan bertambahnya pengalaman dan ilmu terkait budidaya ayam petelur ini usaha kita dapat berjalan dengan baik.” terangnya.

Pertamina EP Cepu, dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Weanny hikmat, Edi Arto, Mugi, dan Sutijak. Dalam sambutannya, Weanny mengatakan bahwa kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan motivasi bagi BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal, karena untuk pengembangan usaha ini dapat menggali ilmu secara langsung kepada ahlinya.

Baca juga:  Kader lingkungan belajar mengelola sampah

“Saat ini di BUMDesa sedang mengembangkan usaha  ayam petelur. Dengan melalui kegiatan ini dapat menjadi ajang menjaring informasi sekaligus mengetahui masalah dan kendala di lapangan selama menjalankan bisnis dibidang usaha ayam petelur, untuk dapat dicarikan solusi sekaligus pemecahanya.” ungkapnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, dalam sambutan Direktur IDFoS Indonesia Joko Hadi Purnomo, mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk upaya dari kami agar BUMDesa Kaliombo bisa mampu dan memahami tata cara serta bisa memberikan pengalaman untuk mengelola usaha ayam petelur.

“Di sini akan ada dua orang dari BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal untuk melakukan kegiatan Magang selama Tujuh hari, harapan kami selesainya proses kegiatan magang ini akan mampu mengelola usaha ayam petelur di BUMDesa Kaliombo” pungkasnya.  (kuh/yok)