,

Bu Mualiyah: Pejuang Lingkungan dari Mpok Damira

Di balik bersihnya lingkungan Desa Ngumpak Dalem, Bojonegoro, ada sosok tangguh yang berperan penting dalam pengelolaan sampah. Dia adalah Bu Mualiyah, Ketua Mpok Damira (Kelompok Olah Sampah Dalem Mandiri Sejahtera), kelompok olah sampah yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dengan senyum ramah dan tutur kata yang lembut, Bu Mualiyah yang akrab disapa Bu Manaf telah mendedikasikan lebih dari sepuluh tahun hidupnya dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga. Ia bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang pekerja keras yang turun langsung memilah sampah dari pagi hingga sore.

Bu Mualiyah berasal dari Tulungagung dan hanya menempuh pendidikan hingga Sekolah Dasar. Setelah menikah, ia mengikuti suaminya ke Bojonegoro dan menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari berjualan sayur keliling hingga membantu usaha penggilingan padi. Dunia persampahan sebelumnya bukanlah bidang yang ia kenal. Namun, semuanya berubah ketika ia bertemu dengan pendamping dari IDFoS Indonesia yang mengajaknya mengikuti pelatihan pengolahan sampah.

Baca juga:  Dari Teknik hingga Manajemen Agribisnis

Pada tahun 2015, Mpok Damira (Kelompok Olah Sampah Dalem Mandiri Sejahtera) lahir dari Program yang diinisiasi EMCL melalui musyawarah desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Awalnya, Bu Mualiyah bergabung sebagai karyawan biasa. Berkat ketekunannya dalam memilah dan mengolah sampah, ia dipercaya menjadi ketua dan hingga kini menjadi pemimpin terlama dibandingkan tiga ketua sebelumnya.

Sehari-hari, Bu Mualiyah bekerja memilah sampah sejak pukul 07.00 hingga 11.00, lalu kembali bekerja dari pukul 13.00 hingga 16.00. Di gudang tempatnya bekerja, tumpukan plastik, kardus, dan berbagai jenis sampah lainnya terlihat memenuhi sudut-sudut ruangan yang berdinding seng dan beratapkan rangka kayu dengan pencahayaan alami dari celah-celah atap. Meskipun tampak penuh dan sesak, tempat ini menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah yang membantu mengurangi limbah di lingkungan sekitar.

Baca juga:  IDFoS Indonesia dan Perhutani Bojonegoro Sinergikan Langkah untuk Program Penghijauan 2025

Ia berharap keberlanjutan Mpok Damira bisa terus terjaga. “Sing dijaluk mugo-mugo luwih maju, luwih apik, lingkungan luwih bersih. Mugo-mugo olehku mergawe iki enek seng nerusno, sampun dibangun 10 tahun,” ucapnya penuh harap.

Mpok Damira bukan hanya tempat pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat. Sejak awal berdiri hingga kini, mereka selalu menyisihkan sebagian pendapatan untuk sedekah dan zakat. Bagi Bu Mualiyah, pekerjaannya bukan sekadar memilah sampah, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama.

Bu Mualiyah pun berpesan kepada generasi muda bahwa sampah bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan bisa menjadi sumber keberkahan. “Mari mulai pilah sampah dari diri sendiri untuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ajaknya penuh semangat.

Baca juga:  Koordinasi Program Pengelolaan Sampah Domestik di Bojonegoro 2020