,

DLH Bojonegoro Apresiasi & Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Bojonegoro – Rabu (13/05/2026), Koordinator Divisi Advokasi Kebijakan dan Lingkungan Hidup IDFoS Indonesia, Ahmad Muhajirin, melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris DLH Bojonegoro, Achmad Syoleh Fatoni, S.STP., guna membahas penguatan kolaborasi dalam pengelolaan sampah daerah.

Pertemuan ini difokuskan pada rencana agenda diskusi dan diseminasi buku berjudul “Bersama Mengelola, Bersama Sejahtera”. Buku tersebut mengulas tentang model kolaborasi multipihak dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang rencananya akan diluncurkan pada Senin mendatang.

Ahmad Muhajirin menyampaikan bahwa melalui diseminasi buku ini, IDFoS Indonesia berharap pola pengelolaan sampah yang telah berhasil dijalankan dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain.

Baca juga:  Pertemuan Stakeholder Tindak Lanjuti Survey Program Penghijauan 2025

“Harapannya, model ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya wilayah penyangga kota, agar terjadi pengurangan sampah secara signifikan di tingkat rumah tangga. Dalam acara mendatang, kami juga mengundang pihak K3S untuk memperluas jangkauan kolaborasi,” ujar Muhajirin.

Salah satu contoh nyata yang dibahas adalah kiprah Mpok Darima (Kelompok Dalem Mandiri Sejahtera). Kelompok pengelola sampah ini telah berdiri sejak tahun 2015 melalui Program Persampahan Untuk Ekonomi Alternatif yang diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited dan difasilitasi oleh IDFoS Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, kelompok ini secara konsisten berfokus pada pemilahan sampah rumah tangga serta pengolahan sampah organik di lingkungannya. 

Pihak DLH Bojonegoro menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Sekretaris DLH, Achmad Syoleh Fatoni, mengungkapkan bahwa model yang ditawarkan IDFoS Indonesia sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperbanyak titik Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di tingkat desa dan kecamatan.

Baca juga:  Menuju Sanitasi Layak, Riset Sanitasi Pesantren di Bojonegoro Capai 50% Pengumpulan Data

“Ini sejalan dengan keinginan kami untuk menunjukkan bahwa Bojonegoro sudah memiliki titik-titik TPS di berbagai daerah. Kami mengapresiasi aktivitas pemilahan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang sudah berjalan,” ungkap Fatoni.

Dalam diskusi tersebut, DLH juga menyoroti peran Kelompok Mpok Damira yang telah aktif melakukan pemilahan sampah. Melihat struktur organisasi yang sudah terbentuk,DLH berkomitmen membantu kelompok Mpok Darima dari sisi administratif agar dapat resmi menjadi TPS. 

Fatoni menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap inisiatif komunitas. “Bagaimanapun bentuknya, ketika di sebuah lokasi sudah terjadi aktivitas pemilahan dan pengurangan sampah, maka lokasi tersebut sudah memenuhi kriteria untuk menjadi TPS,” pungkasnya.