Rapat Rutin, Menggali Potensi Kritis Lahan Kecil di Desa Ngasem

Bojonegoro, 11 November 2024 – Di ruang diskusi IDFoS Indonesia yang hangat dan penuh semangat, tim pendamping lapangan berkumpul untuk berbagi perkembangan dan berdiskusi mengenai program Agrosilvopastura. Program yang dikenal juga sebagai “Pesona Hutan” ini mengangkat harapan besar di balik upaya mengelola lahan-lahan kritis menjadi area yang produktif dan menguntungkan bagi masyarakat.
Rapat kali ini dihadiri oleh Ketua IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo, serta dua pendamping lapangan, Prastya Dwi Murwono dan Syarif Samudra. Joko, yang memimpin diskusi, tidak hanya memberikan pengetahuan dan arahan tugas, tetapi juga menanamkan paradigma baru tentang bagaimana melihat potensi di setiap lahan, meski kecil dan dianggap kritis. “Ini adalah kesempatan bagi kalian untuk mengembangkan keahlian di bidang peternakan, pertanian, dan kehutanan,” ujar Joko, mengajak pendamping untuk memaksimalkan peluang belajar langsung di lapangan.
Prastya, salah satu pendamping lapangan, berbagi tentang perkembangan dari program ini. “Saat ini ada 58 kambing yang dibudidayakan. Selain itu, tanah di area rerumputan yang sebelumnya kering, kini sudah mulai hijau kembali berkat pemupukan alami menggunakan kohe (pupuk kandang), dengan target sebagai lahan pangon untuk ternak.”
Konsep agrosilvopastura sendiri menggabungkan pertanian (agro), kehutanan (silvo), dan peternakan (pastoral) dalam satu lahan terpadu. Pengelolaan lahan kecil namun kritis ini sebagai strategi yang menguntungkan untuk masyarakat sekitar, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sebagai ruang edukasi untuk LMDH.
Pesan dari rapat ini adalah bahwa upaya yang dilakukan di lahan kecil kritis tak hanya soal mengelola alam dan meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun pengetahuan dan keahlian bagi pendamping. “Banyak hal yang bisa kalian lakukan, mulai dari berbagi pengalaman hingga observasi langsung di lapangan,” tutup Joko.
Program Agrosilvopastura merupakan program PPM Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 yang difasilitasi oleh IDFoS Indonesia yang terletak di kawasan hutan Petak 52-A1 Desa Ngasem, Kec. Ngasem, Bojonegoro.


