,

Setelah 4 Tahun, Pohon Kelengkeng di Kawasan Agroforestry Ngasem Mulai Berbuah

Bojonegoro, 24 Februari 2025 – Tim monitoring pendataan pohon melakukan pendataan di kawasan hutan Ngasem, Bojonegoro, yang menjadi lokasi Program Agroforestry Berbasis Kawasan Hutan Bersama Masyarakat. Program ini telah berjalan sejak tahun 2020 dan diprakarsai oleh Pertamina EP Cepu serta SKK Migas, dengan fasilitasi oleh IDFoS Indonesia.

Dalam monitoring tersebut, ratusan pohon kelengkeng mampu hidup hidup dengan baik dan berbuah di kawasan Agroforestry. Kawasan ini terletak di KPS (Kawasan Perlindungan Setempat) petak 53, 54, 40, dan 41, yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Meskipun medan menuju lokasi sangat berlumpur akibat hujan, hal ini tidak menyurutkan semangat tim pendataan untuk menjalankan tugas mereka. Riza Febrianto, salah satu koordinator tim pendataan, menyampaikan bahwa tanaman kelengkeng di lokasi ini tumbuh dengan baik dan terawat, meskipun ada beberapa yang kurang mendapatkan perawatan. “Saat ini, tinggi pohon sudah mencapai lebih dari 3 meter dan rata-rata mulai berbunga dan berbuah,” imbuhnya.

Baca juga:  Koordinasi Para Pihak Program Agrosilvopastura

Namun, di tengah perkembangan positif ini, tantangan masih dihadapi oleh para petani hutan. Rali, salah satu anggota LMDH Rimba Tani yang merawat pohon kelengkeng di lahan garapannya, mengungkapkan kekhawatirannya terkait pencurian buah dan pohon.

“Buah kelengkeng masih sering dicuri orang, bahkan ada pohon setinggi 2 meter yang dicabut. Saat Lebaran kemarin, saya bisa panen sekitar 5 kg, tapi yang dicuri kira-kira mencapai 10 kg,” ujarnya.