,

IDFoS dan PT AOI Perkuat Program CERIA di Sumenep

SUMENEP – IDFoS Indonesia bersama PT Alliance One Indonesia (AOI) Pamekasan kembali menjalankan Program CERIA (Child Labor Eradication Initiative in Tobacco Area) untuk mencegah anak terlibat dalam pekerjaan di sektor tembakau.

Persiapan program dilakukan melalui rapat koordinasi bersama para penerima manfaat pada Rabu (2/9/2026). Tahun ini, program CERIA menyasar pelajar di MTs Miftahul Ulum dan SMK Siratul Islam, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan IDFoS Indonesia, Laily Mubarokah, mengatakan koordinasi dilakukan agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama sebelum program berjalan.

“Program ini mulai September. Fokusnya mencegah anak-anak bekerja di sektor tembakau, salah satunya melalui kegiatan bimbingan belajar atau bimbel,” kata Laily.

Baca juga:  KKN, UNUGIRI Gandeng IDFOS Indonesia

Selain memberikan pendampingan kepada anak, Program CERIA juga memiliki kegiatan pemberdayaan perempuan. Istri petani tembakau akan mendapat pendampingan untuk mengembangkan usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

“Harapannya, istri-istri petani tembakau bisa memiliki penghasilan tambahan. Jadi, pendapatan keluarga tidak hanya bergantung pada sektor tembakau,” ujarnya.

Program CERIA sebelumnya juga telah dilaksanakan pada 2025. Kepala SMK Siratul Islam, Kurdi Kurnain, menyambut baik keberlanjutan program tersebut di sekolahnya.

Menurutnya, kegiatan bimbingan belajar yang dilakukan tahun lalu membantu meningkatkan kemampuan akademik siswa, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Sekolah juga terus mengingatkan siswa agar tidak ikut bekerja di lahan tembakau, terutama saat musim panen.

Baca juga:  Upaya Penghapusan Pekerja Anak di Pertanian Tembakau: Inisiatif CERIA 2023

“Kami selalu mengingatkan anak-anak agar tidak bekerja di lahan tembakau. Tugas utama mereka adalah belajar dan mengaji,” kata Kurdi.

Melalui Program CERIA, IDFoS Indonesia dan PT AOI mendorong agar anak-anak di wilayah sentra tembakau tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan, sementara keluarga juga mendapat dukungan untuk memperkuat sumber penghasilan.