IDFoS Indonesia Perkuat Strategi Komunikasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

BOJONEGORO – Rangkaian Capacity Building IDFoS Indonesia memasuki hari keempat sekaligus sesi terakhir dengan mengangkat tema “Strategi Komunikasi untuk Pemberdayaan Masyarakat: Mengubah Informasi Menjadi Aksi yang Kolektif”, Jumat (7/8/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor IDFoS Indonesia dan diikuti koordinator divisi, staf, pendamping IDFoS Indonesia, serta mahasiswa magang dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Materi disampaikan oleh Bendahara IDFoS Indonesia, Dr. Ahmad Taufiq, S.H.I., M.Si. Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengubah paradigma komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat, dari sekadar menyampaikan informasi menjadi membangun bersama. Pembahasan mencakup model-model komunikasi pembangunan, pilar komunikasi pembangunan, strategi komunikasi.
Ahmad Taufiq menjelaskan bahwa komunikasi dalam pemberdayaan tidak cukup dilakukan dengan menyampaikan pesan kepada masyarakat. Komunikasi perlu dibangun melalui proses interaksi dan keterlibatan sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta gagasan mereka.
“Pemberdayaan yang sejati tidak pernah mendikte dari luar, melainkan tumbuh hidup dari dalam. Jadilah pendengar yang baik, selami bahasa lokal mereka dan tenunlah perubahan melalui tradisi yang mereka cintai,” ungkapnya.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya strategi komunikasi yang sesuai dengan karakter masyarakat. Pendekatan komunikasi tidak dapat diseragamkan karena setiap komunitas memiliki latar belakang, budaya, kebiasaan, serta cara berkomunikasi yang berbeda.
Pembahasan mengenai pendekatan hibrida turut menjadi bagian dari materi. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjembatani tradisi yang berkembang di masyarakat dengan kebutuhan komunikasi pada skala yang lebih luas, sehingga proses penyampaian informasi tetap memiliki kedekatan dengan konteks lokal sekaligus mampu mendukung tujuan pemberdayaan.
Kegiatan hari keempat sekaligus menjadi penutup rangkaian Capacity Building IDFoS Indonesia yang berlangsung selama empat hari. Melalui rangkaian tersebut, peserta memperoleh pembekalan yang mencakup pemahaman kelembagaan, penulisan, pendekatan pemberdayaan, metodologi riset, penyusunan LFA, hingga strategi komunikasi dalam mendampingi masyarakat.


