,

Peran Orang Tua dalam Mengelola Penggunaan Gadget Anak

Peran Orang Tua dalam Mengelola Penggunaan Gadget Anak

Bermain dengan gadget sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi sebagian besar anak-anak. Terutama selama pandemi, penggunaan gadget semakin meningkat karena kegiatan belajar yang sebelumnya dilakukan secara langsung di sekolah, beralih menjadi online dengan bantuan gadget.

Namun, apakah hal ini membawa dampak negatif bagi anak? Jawabannya tergantung pada peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam membimbing anak dalam menggunakan gadget. Banyaknya informasi di internet bisa menjadi sumber pengetahuan yang berharga namun juga berpotensi menjadi jebakan karena anak perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi yang tersebar luas di internet.

Menurut Laily Mubarokah selaku Kadiv di IDFoS Indonesia, penting bagi orang tua untuk mengawasi penggunaan perangkat digital pada anak-anak. Mengapa? Karena perangkat digital membuka akses ke dunia maya, di mana anak dapat mengakses berbagai konten tanpa filter yang sesuai, termasuk konten-konten yang tidak pantas untuk mereka.

Baca juga:  Match Making Dialog “Implementasi CSR Yang Berdampak Pada Pengurangan Kemiskinan Dan Kelestarian Lingkungan”

Dalam mengawasi dan mengelola penggunaan gadget oleh anak, Laily menyarankan beberapa strategi, antara lain membatasi screen-time, memantau, berkomunikasi dan berdiskusi dengan anak, memfilter dan memilih aplikasi yang sesuai usia anak serta menjadi teladan bagi anak.

Pengalaman pribadinya menunjukkan bahwa memberikan batasan waktu penggunaan perangkat digital hanya pada hari-hari libur sekolah, terutama pada hari Sabtu dan Minggu, serta membatasi akses hingga empat jam per hari, membantu mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget.

Ia menambahkan, buatlah perjanjian dengan anak mengenai waktu yang diperbolehkan untuk menggunakan gadget, mulai dari pukul berapa hingga pukul berapa. Selanjutnya, susunlah perjanjian tertulis untuk membantu anak memahami pentingnya bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah disepakati.

Selain batasan waktu, orang tua harus sering-sering memantau dan memeriksa aktivitas online anak. Ajak anak berdiskusi tentang apa yang anak lihat dan lakukan di gadget mereka.

Baca juga:  Tantangan Dunia Usaha di Masa dan Pasca Pandemi

Diskusikan dengan anak apa yang mereka sukai dalam gadget, apa yang mereka tonton, permainan apa yang disenangi. Kemudian kita arahkan ke suatu  hal yang positif apabila mereka memiliki ketertarikan dengan video anak bisa dibimbing untuk mengasah skill dibidangnya dan menuangkan ide kreatif yang mereka miliki menjadi suatu hal yang produktif.

Kemudian, orangtua memiliki peran kunci dalam memfilter tontonan anak dan memilih aplikasi yang sesuai dengan usia anak. Dengan demikian, diharapkan anak akan mendapatkan manfaat positif dari konten yang mereka konsumsi.

Selanjutnya, orang tua harus menjadi teladan. Orang tua merupakan contoh bagi anak, anak cenderung menaruh perhatian dan meniru perilaku orang tua, terutama dalam penggunaan gadget. Jika orang tua menggunakan gadget untuk aktivitas yang kurang produktif, anak akan menganggap bahwa itu adalah cara yang tepat untuk menggunakan gadget. Sebaliknya, jika orang tua menggunakannya untuk aktivitas produktif seperti pekerjaan, anak akan belajar untuk menggunakan gadget secara efektif.

Baca juga:  IDFoS Indonesia Gelar Musyawarah Evaluasi Partisipatif Program Agrosilvopastura

“Dengan menunjukkan perilaku yang positif dan produktif, orang tua membantu membentuk pola pikir dan kebiasaan yang baik pada anak,” tutur Koordinator Divisi Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan tersebut.

“Saran untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget adalah dengan mengajaknya melakukan aktivitas di luar ruangan. Bermain bersama anak dan melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan di alam terbuka dapat membantu mereka melupakan gadget.“

“Ingatlah bahwa permainan yang baik untuk anak adalah interaksi langsung dengan orang tua dan lingkungannya, karena itu adalah momen berharga untuk membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan perkembangan mereka,” imbuhnya.