,

Piloting Budidaya Waluh Organik di Kawasan Agrosilvopastura

Bojonegoro, 22 April 2025 — Dalam momentum peringatan Hari Bumi Sedunia, kawasan Agrosilvopastura Petak 52-A1 di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dimulai demplot budidaya waluh organik oleh anggota LMDH. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara “Sedekah Bumi” yang digelar sebagai bentuk syukur atas limpahan sumber daya alam dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

 

Penanaman dilakukan di lahan garapan seluas 325 m² milik Agus, anggota LMDH Ngasem Barokah, yang kini menjadi kebun percontohan pertama untuk waluh organik di kawasan ini. Selain tanaman waluh, juga ditanam pohon asem dan alpukat di area konservasi sebagai upaya penghijauan dan diversifikasi tanaman produktif.

Baca juga:  LMDH Ngasem Barokah Panen 3 Kwintal Cabai, Dukung Kesejahteraan Keluarga dan Kelestarian Hutan

Syarif Samudra, pendamping lapangan dari IDFoS Indonesia, menjelaskan alasan pemilihan tanaman waluh sebagai komoditas percontohan. “Tanaman ini mudah dalam perawatan. Selain itu, waluh memiliki keunggulan dari sisi daya simpan. Jika harga pasar sedang turun, hasil panen bisa disimpan hingga 3–6 bulan dan dijual kembali saat harga membaik,” jelasnya.