Program Women Empowerment CERIA Bentuk Dua Kelompok Usaha Perempuan di Sumenep

Sumenep — Kegiatan Women Empowerment dalam rangkaian Program Child Labor Eradication Initiative in Tobacco Area (CERIA) Tahun 2025 berhasil membentuk dua kelompok usaha perempuan di Kabupaten Sumenep, Madura. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan olahan keripik dan penguatan kelembagaan kelompok usaha yang digelar pada Rabu (3/12/2025) di Desa Pordapor dan Desa Guluk-Guluk.
Program ini bertujuan membuka peluang ekonomi tambahan yang lebih stabil bagi keluarga petani tembakau melalui pemberdayaan istri petani. Kegiatan diinisiasi oleh PT Alliance One Indonesia (AOI) dan difasilitasi oleh IDFoS Indonesia sebagai bagian dari upaya pencegahan pekerja anak di sektor pertanian tembakau.
Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 10.00 WIB di Desa Pordapor dan diikuti oleh 33 peserta istri petani tembakau. Sementara sesi kedua dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB di Desa Guluk-Guluk dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan acara, dilanjutkan sambutan dari Manajer Program IDFoS Indonesia serta perwakilan PT AOI. Pada kesempatan tersebut, disampaikan harapan agar pelatihan dapat meningkatkan keterampilan peserta sekaligus membuka peluang usaha produktif yang berkelanjutan bagi keluarga petani tembakau.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PT AOI menyerahkan sejumlah sarana dan prasarana produksi kepada perwakilan kelompok usaha di kedua desa. Bantuan yang diberikan meliputi mesin pemotong keripik, spinner minyak, perlengkapan berbahan stainless, timbangan digital, serta alat pendukung produksi lainnya. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi kelompok usaha.
Memasuki sesi inti, fasilitator Rosi bersama tim menyampaikan materi mengenai potensi usaha olahan keripik, teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung pembuatan keripik singkong, mulai dari proses pengupasan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan produk.

Hasil dari rangkaian kegiatan ini adalah terbentuknya dua kelompok usaha perempuan yang telah disahkan oleh kepala desa setempat. Di Desa Pordapor terbentuk kelompok usaha bernama Srikandi dengan Ibu Mahfudah sebagai ketua, sedangkan di Desa Guluk-Guluk berdiri kelompok usaha Sakura yang dipimpin oleh Lailatul Fitria. Kedua kelompok ini diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha bersama dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan desa. Adanya program ini diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi keluarga petani tembakau serta mendorong tumbuhnya inisiatif pemberdayaan ekonomi di tingkat desa



