,

Eco Ramadhan Bojonegoro: Kampung Konservasi Bajulan Tanam Pohon dan Tebar Zakat


BOJONEGORO – Gerakan Lestari Alam Raya (GELAR) #10 kembali melanjutkan rangkaian aksi Eco Ramadhan di Bojonegoro. Setelah kegiatan berbagi takjil pada 13 Maret 2026, aksi kedua digelar pada Senin, 16 Maret 2026 berupa penanaman pohon konservasi dan pembagian zakat Ramadhan di Dusun Bajulan, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi 18 organisasi dan lembaga, di antaranya IDFoS Indonesia, LAKPESDAM NU Bojonegoro, LAZ Nurul Hayat Bojonegoro, ALAS Institut, LAZISNU Bojonegoro, ADEMOS Indonesia, PC PMII Bojonegoro, PK PMII Unigoro, Giri Foundation, Jagatsembilan.com, suaradesa.co, LPPM Unigoro, Lima2B, 96,6 BASS FM, Perhutani Bojonegoro, Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro, dan PT ADS BUMD Bojonegoro.

Baca juga:  Sukses di Balen, Bergeser di Bubulan


Dusun Bajulan dipilih karena berada di kawasan hulu Sungai Gandong, wilayah yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Bojonegoro. Dalam kegiatan ini, warga menerima bibit tanaman konservasi seperti gayam dan alpukat, dengan skema pembagian tiga pohon untuk setiap rumah. Selain itu, zakat fitrah juga disalurkan khusus bagi warga dhuafa setempat.


Laily Mubarokah dari IIDFoS Indonesia yang mewakili panitia GELAR mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan, Hari Air Sedunia, dan Hari Bumi.
“Kami berharap enam tahun ke depan kawasan ini bisa dikunjungi kembali untuk memanen manfaat dari pohon alpukat yang ditanam hari ini. Yang lebih penting, setiap rumah memiliki kesadaran untuk melakukan konservasi lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Rizky Firmansyah, S.Hut., Kasi Tata Kelola dan Usaha Kehutanan di Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Bojonegoro, menekankan pentingnya perawatan pohon yang dibagikan kepada warga.
“Pohon yang disedekahkan ini mohon ditanam di pekarangan rumah masing-masing dan dirawat. Jika kawasan hulu rusak, maka bencana seperti banjir akan terjadi pada saudara kita yang tinggal di wilayah hilir. Karena itu, mari kita kembalikan kawasan hulu Bojonegoro dengan tanaman konservasi dan tegakan yang bermanfaat,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Ir. Tuti Prangmiatun, MM, Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro. Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum tepat untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui konsep sedekah pohon.
“Setiap pohon yang ditanam dan dirawat akan terus menjadi sumber amal kebaikan. Terutama bagi warga Dusun Bajulan yang hari ini menjadi bagian dari gerakan konservasi,” ujarnya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan sederhana namun kuat: “Jangan tinggalkan air mata, tapi tinggalkanlah mata air.”
Melalui gerakan Eco Ramadhan ini, Dusun Bajulan diharapkan menjadi contoh kampung konservasi berbasis warga, yang menggabungkan nilai sosial, keagamaan, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Ayam Petelur Program Gayatri Pertamina EP Sukowati Mulai Berproduksi