Kementerian Lingkungan Hidup RI Kunjungi Mpok Damira, Tinjau Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Bojonegoro, 4 April 2026 – Kelompok Olah Sampah Mpok Damira menerima kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga, sebagai bagian dari upaya mendukung Bojonegoro meraih penghargaan Adipura tahun 2026.
Didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup mendatangi lokasi bank sampah yang dilakukan oleh Mpok Damira. Dalam kunjungan tersebut, tim menilai bahwa keberadaan Mpok Damira berkontribusi dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Selain mengunjungi Mpok Damira, rombongan Kementerian Lingkungan Hidup juga meninjau pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Al Rosyid, yang berada di Desa Ngumpakdalem. Pengelolaan sampah di pondok pesantren tersebut merupakan bagian dari program binaan ExxonMobil Cepu Limited dan didampingi oleh IDFoS Indonesia, dengan fokus pada pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan.
Mpok Damira (Kelompok Dalem Mandiri Sejahtera) sendiri merupakan kelompok pengelola sampah yang berdiri sejak tahun 2015 melalui Program Persampahan Untuk Ekonomi Alternatif yang diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited dan difasilitasi oleh IDFoS Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, kelompok ini berfokus pada pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan sampah organik.
Gudang pengelolaan sampah Mpok Damira berlokasi di Desa Ngumpakdalem. Saat ini, sekitar 350 kepala keluarga menjadi bagian dari layanan pengangkutan sampah yang dikelola kelompok tersebut. Selain itu, Mpok Damira juga mengelola sampah dari pondok pesantren, toko, kantor, dan kampus yang berada di wilayah tersebut.

Penimbangan sampah rumah tangga di gudang Mpok Damira
Berdasarkan data terbaru, volume sampah domestik yang dikelola Mpok Damira mencapai sekitar 945 kilogram per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 825 kilogram per hari berasal dari rumah tangga, sementara 120 kilogram per hari berasal dari toko, pondok pesantren, dan perkantoran.
Perwakilan IDFoS Indonesia, Ahmad Muhajirin, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan dampak nyata dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Mpok Damira menunjukkan hasil yang signifikan, dengan total volume sampah yang dikelola mencapai 945 kg per hari, terdiri dari 825 kg/hari sampah rumah tangga dan 120 kg/hari dari toko, pondok, serta perkantoran. Capaian ini menjadi bukti bahwa keterlibatan masyarakat mampu berkontribusi nyata dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Keterlibatan kelompok Mandiri Sejahtera dan Pondok Pesantren Al Rosyid memperkuat model pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi. Kami mendorong agar praktik baik ini dapat direplikasi secara lebih luas melalui dukungan kebijakan, penguatan kapasitas, serta sinergi lintas sektor, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Tempat pengolahan sampah Ponpes Al-Rosyid
Tidak hanya itu, Mpok Damira juga mengembangkan program bank sampah dengan nasabah dari masyarakat Perumahan Puri Indah Asri Ngumpakdalem. Kegiatan penimbangan sampah dilakukan setiap bulan, dan hasil penjualan sampah ditabung oleh nasabah untuk kemudian diambil menjelang Hari Raya Idulfitri.



