,

Kawasan Hulu Menjadi Salah Satu Fokus Program Penghijauan EMCL

Bojonegoro, 9 Oktober 2025 — ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar sosialisasi Program Penghijauan Tahun 2025 di Balai Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini difasilitasi oleh IDFoS Indonesia dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari perwakilan LMDH, PKK, Linmas, RT, tokoh masyarakat, dan BPD, serta dihadiri oleh Camat Gondang dan Perhutani.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Pragelan, Rumiati, yang menyambut baik pelaksanaan program ini di wilayahnya. Camat Gondang, Wiyanto, S.H., aalam sambutannya, menilai bahwa program penghijauan EMCL sangat relevan dengan kondisi lingkungan di wilayahnya. “Kita sudah sering menanam, tetapi belum berhasil. Ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa yang ditanam, tapi berapa yang tumbuh dan dirawat. Penanaman pohon harus dibarengi dengan edukasi pentingnya menjaga alam,” ujarnya.

Baca juga:  Survey Lokasi Pembangunan PJU

Ia juga menyoroti ancaman degradasi lingkungan di wilayah Gondang. “Saya tidak yakin sepuluh tahun ke depan Gondang masih punya hutan jika tidak ada kesadaran bersama. Saat musim hujan sering terjadi banjir dan longsor, sementara saat kemarau kekeringan melanda. Karena itu, saya berterima kasih kepada EMCL dan IDFoS Indonesia atas inisiatif ini,” tambahnya.

Perwakilan Perhutani BKPH Deling, Pudiono, turut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai selaras dengan upaya pelestarian hutan. “Kami berterima kasih kepada IDFoS yang fokus di bidang lingkungan. Seperti disampaikan Pak Camat, keberhasilan bukan sekadar menanam, tapi memastikan pohon tumbuh. Ada empat unsur yang harus bersinergi: lembaga, muspika, Perhutani, dan masyarakat. Bahkan, 80 persen keberhasilan terletak pada kepedulian masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Deklarasi KRT Pisah Desa Sudu-Gayam

Dari pihak IDFoS Indonesia, Laily Mubarokah selaku Manajer Program menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian awal dari pelaksanaan program penghijauan yang akan dilakukan di petak 129 dan 130 wilayah Desa Pragelan. “Kami telah berdiskusi dengan kelompok pesanggem terkait lokasi dan jenis pohon yang akan ditanam,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh pendamping lapangan, Iwan Zuhdi, yang menerangkan bahwa lokasi penanaman berada di sepanjang aliran Sungai X-tidu serta di enam sumber mata air yang ada di Desa Pragelan.

Sebanyak 24 pesanggem akan terlibat sebagai penerima manfaat, dengan dukungan bibit, kompos, dan perlengkapan tanam. Seluruh kegiatan dilakukan secara partisipatif dan berbentuk hibah, sehingga hasil penanaman nantinya akan menjadi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga:  Diskusi Rutin IDFoS Indonesia : Mengoptimalkan Keberlanjutan Program Agrosilvopastura