IDFoS Indonesia selenggarakan Diskusi terkait Koperasi Merah Putih

Bojonegoro, Jawa Timur – Institut for Development of Society (IDFoS) Indonesia menggelar diskusi terkait Koperasi Merah Putih (KMP) yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia pada Rabu (27/5/2025). Diskusi ini membahas prospek dan tantangan KMP dalam meningkatkan ekonomi rakyat dan mengurangi kemiskinan.
Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo, menekankan pentingnya koperasi sebagai bentuk kedaulatan ekonomi rakyat. “Indonesia menganut sistem ekonomi sosialis sebagaimana tercantum pada sila kelima Pancasila. Sejak merdeka pada 1945, koperasi adalah salah satu bentuk kedaulatan ekonomi rakyat” “Namun, sekarang ekonomi dikuasai oleh perusahaan ritel-ritel modern. Apakah KMP ini dapat mengembalikan hal ini?” Ungkapnya memantik diskusi.
Sementara itu, Adrian, perwakilan Dinas Perdagangan, memberikan informasi bahwa di Bojonegoro sudah ada 1.568 koperasi, namun hanya sekitar 700 koperasi yang sehat. Menurutnya, salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja koperasi adalah dengan mendirikan koperasi yang benar-benar baru atau mengembangkan koperasi yang sudah ada dengan melakukan musyawarah desa (musdes) untuk mengembangkan unit usaha.
Adrian juga menyarankan agar KMP difokuskan pada perdagangan eceran, yang dapat menjadi salah satu unit usaha yang menjanjikan. “Koperasi ini nantinya fungsinya murni bisnis,” tambahnya.
Namun, Miftahul Huda, akademisi Universitas Bojonegoro, memberikan tanggapan bahwa 90% KMP ini adalah koperasi baru. “Mengapa tidak memperbaiki yang sudah ada, menyesuaikan dengan kebutuhan? Kita seringkali terlalu tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu dan kurang mempertimbangkan kebutuhan yang ada,” katanya.
Diskusi yang berlangsung sejak pagi hingga siang tersebut menghasilkan banyak masukan dan saran dari berbagai pihak terkait perkoperasian, termasuk pembiayaan, pelaksanaan, keanggotaan, dan bagaimana koperasi terutama KMP ini dapat berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan.


