,

Matangkan Strategi Program, IDFoS Identifikasi Tokoh Penggerak Lokal untuk Kelestarian Hutan

Bojonegoro – Tim program IDFoS Indonesia menggelar diskusi intensif guna mematangkan strategi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di ruang rapat kantor IDFoS Indonesia, Kamis siang (21/5/2026). Pertemuan ini difokuskan pada penyelarasan indikator ketercapaian program serta penguatan kapasitas kelembagaan lokal di wilayah dampingan.

Rapat koordinasi ini diikuti langsung oleh Direktur IDFoS Indonesia, Dr. Joko Hadi Purnomo, SE., ME., M.Si., bersama Manajer Program Laily Mubarokah, serta anggota tim program lainnya, yakni Roy Burhanuddin dan Iwan Zuhdi.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penyusunan data dasar (baseline data) yang komprehensif. Saat ini, tim lapangan tengah merampungkan proses progres pemetaan data mengenai profil para pesanggem (masyarakat penggarap lahan hutan), kondisi riil lahan, hingga spesifikasi jenis bibit yang akan ditanam agar program berjalan tepat sasaran.

Baca juga:  Terbentuk, Dua Kelompok RT Pisah

Selain data teknis, diskusi ini menekankan pentingnya penguatan output program terkait peningkatan kapasitas masyarakat. IDFoS Indonesia menargetkan lahirnya lembaga lokal mandiri yang mampu mengorganisir warga secara swadaya, atau disebut sebagai Local Community Organization (LCO).

Sebagai langkah awal sebelum mengumpulkan seluruh anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), tim menyepakati perlunya melakukan identifikasi mendalam terhadap tokoh-tokoh penggerak potensial dalam kelompok tersebut. Proses identifikasi ini akan menyisir perwakilan dari ibu-ibu petani, bapak-bapak, hingga elemen dukungan keluarga inti yang memiliki pengaruh di lingkungannya.

Manajer Program IDFoS Indonesia, Laily Mubarokah, mengungkapkan bahwa keberadaan tokoh penggerak lokal ini merupakan kunci keberlanjutan program jangka panjang.

“Harapan kami, para penggerak lokal yang teridentifikasi ini nantinya bisa bertransformasi menjadi LCO bagi IDFoS Indonesia. Merekalah yang akan berada di garda terdepan untuk terus menggerakkan para petani, serta membangun kesadaran kolektif warga demi melestarikan kawasan hutan di wilayahnya,” jelas Laily.

Baca juga:  KPA Gelar Pelatihan Bagi Pendamping ODHA

Melalui pematangan strategi dan pendekatan berbasis ketokohan lokal ini, IDFoS Indonesia berkomitmen memastikan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berdampak pada aspek pemulihan ekologi hutan, tetapi juga mampu menumbuhkan kemandirian sosial dan kelembagaan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan.