,

Mbah Mainem: Semangat Kartini dari Desa Ngasem

Mbah Mainem: Semangat Kartini dari Desa Ngasem

Bojonegoro, 21 April 2025 — Sosok perempuan tangguh ini akrab disapa Dhok’e, nama panggilan penuh kasih untuk Mbah Mainem, perempuan berusia 60 tahun yang tinggal di Desa Ngasem, Bojonegoro. Di usianya yang tidak lagi muda, semangatnya justru semakin menyala. Hari-harinya diisi dengan bertani, mengurus rumah tangga, dan aktif dalam kegiatan kelompok petani hutan.

Tak hanya itu, Mbah Mainem juga setia mendampingi suaminya, Mbah Tarji (salah satu anggota LMDH Ngasem Barokah). Bersama, mereka merawat dan merestorasi lahan hutan dengan tekun. Bagi mereka, tanah dan hutan bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga.

“Saya masih sering menanam di hutan, seperti cabai, jagung, waluh, pisang,jambu air,  sukun, kemiri dan pohon lainnya,” tutur Dhok’e, dengan senyum yang tulus dan penuh semangat.

Baca juga:  Sambiroto Makin Berseri, Pertamina EP Sukowati Serahkan Bantuan Sarana Taman Program Desa Berseri

“alhamdulillah yang sudah panen pisang, jambu kristal sebentar lagi padi, “ imbuhnya.

Setiap harinya, ia masih kuat berjalan sejauh dua kilometer menuju hutan merawat tanaman. Bagi Mbah Mainem, bertani bukan hanya soal hasil panen, melainkan tentang menjaga kehidupan, menghormati alam, dan membangun kemandirian.

Tak lupa, ia menitipkan pesan sederhana tapi penuh makna kepada generasi muda, “Semangat, dijogo kesehatane, jogo alam, terus ojo isin bertani,” (Semangat, jaga kesehatan dan jangan malu bertani).

Kisah Mbah Mainem menjadi potret nyata perjuangan perempuan desa yang mandiri, berani, dan peduli terhadap lingkungan. Di momen Hari Kartini ini, semangat Mbah Mainem  menjadi inspirasi bahwa perempuan, dalam peran apa pun, bisa memberi arti besar bagi masyarakat dan bumi yang kita tinggali.

Baca juga:  Jimpitan Ibu-Ibu LMDH: Kecil Namun Berdampak Besar untuk Hutan Ngasem