,

Bhakti untuk Bumi: Refleksi Hari Bumi di Kawasan Agrosilvopastura Ngasem

Bojonegoro, Selasa 22 April 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Bumi, IDFoS Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Bhakti untuk Bumi” di kawasan Petak 52-A1, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Acara ini menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada alam atas segala sumber daya yang telah diberikan.

Kegiatan dimulai dengan pemberangkatan peserta dari Pos Mbah Latin menuju lokasi embung. Di sana, dilakukan penanaman demplot waluh organik di kebun percontohan, dilanjutkan dengan penanaman pohon alpukat dan asem di area konservasi. Setelahnya, seluruh peserta mengikuti syukuran bersama.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya IDFoS Indonesia, LazisNU Bojonegoro, LazisMU Bojonegoro, Nurul Hayat Cabang Bojonegoro, KPH Perhutani Bojonegoro, Asper BKPH Clangap, Kepala Desa Ngasem, PT Pertamina EP Cepu Zona 12, Universitas Bojonegoro, Poltana Mapena Tuban, serta LMDH Ngasem Barokah.

Baca juga:  Bumi Menangis Akibat Plastik: Peringatan Hari Bumi 2024

Koordinator kegiatan, Rizal Zubad F, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sedekah bumi dan wujud syukur kepada alam. “Selama ini bumi terus bersedekah kepada kita. Maka, sudah sepantasnya kita juga memberi kembali, walau hanya secuil bhakti,” ungkapnya.

Ketua LMDH Ngasem Barokah, Widji, melaporkan perkembangan kawasan agrosilvopastura. “Hingga saat ini, jumlah pohon yang tumbuh dan hidup di kawasan ini mencapai 3.394 pohon. Untuk peternakan, kami sudah memiliki 70 ekor kambing, dan alhamdulillah sudah berzakat 1 ekor pada waktu bulan Ramadhan kemarin,” ujarnya.

Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo., mengapresiasi peran aktif ibu-ibu LMDH dalam kegiatan melalui kelompok jimpitan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kontribusi nyata terhadap bumi. “Bojonegoro termasuk wilayah dengan tingkat kerusakan lingkungan yang cukup tinggi. Meski kita tidak mampu memulihkannya sepenuhnya, di kawasan ini kita sudah mulai berkontribusi positif sejak 2021, dan hasilnya mulai tampak.”

Baca juga:  Bagikan Wawasan Kesehatan dan Pendidikan bagi Anak-anak, Yatim Mandiri dan Forum Organisasi Zakat Indonesia, Bekerja sama dengan IDFoS Indonesia

Sementara itu, Wakil Administratur KPH Bojonegoro, Kiswanto, menegaskan pentingnya niat baik dalam pelestarian lingkungan. “Hutan adalah sistem penyangga kehidupan. Petak 52-A1 ini akan ditetapkan sebagai lokasi Program Kemitraan Kehutanan (KKP dan KKPP), dan saat ini tinggal menunggu kelengkapan secara administratif.”

Dari pihak Pertamina EP Cepu Zona 12, Edi Arto menyampaikan apresiasi kepada LMDH sebagai pelaksana utama program yang sukses mengubah kawasan tandus menjadi lahan produktif. “Dulu bahkan rumput pun enggan tumbuh, kini sudah berubah mendekati harapan yang diinginkan.”

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan bibit waluh dan kotak budidaya tawon madu dari IDFoS Indonesia, serta bantuan beras dari LazisMU kepada para ibu-ibu LMDH. Acara kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama di bawah rindangnya pepohonan.

Baca juga:  Meningkatnya Prevalensi HIV / AIDS di Bojonegoro,IDFoS sosialisasikan HIV / AIDS Ke Masyarakat