Semangat Ngorganik, Kelompok Tani Hutan Desa Sekar Belajar Buat Pupuk Organik Cair

BOJONEGORO – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama IDFoS Indonesia menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik dan pembenah tanah pada Minggu (12/7/2026). Pelatihan yang diikuti oleh puluhan petani dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Sekar Makmur II Desa Sekar ini dipusatkan di halaman rumah Ketua KTH Wono Sekar Makmur II, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, sebagai upaya memperkuat kapasitas petani dalam memulihkan kualitas lahan kawasan hutan secara mandiri.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Penghijauan yang berfokus pada pelestarian ekosistem hulu. Program tersebut diprakarsai oleh operator migas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), didukung penuh oleh SKK Migas, serta difasilitasi oleh IDFoS Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan dipandu langsung oleh mentor pertanian organik, Hilal. Forum diawali dengan sesi diskusi interaktif mengenai tantangan kesuburan tanah di kawasan hutan, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan zat pembenah tanah berupa campuran Zeolit dan Asam Humat. Para pesanggem (petani hutan) bergotong royong membagi tugas dalam mengaduk dan mencampur bahan-bahan formulasi tersebut sesuai dengan arahan teknis dari narasumber.
Selain pembenah tanah, pada tahap kedua pelatihan, para peserta juga mempraktikkan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan media satu tong besar. Setelah proses fermentasi rampung, pupuk cair organik hasil produksi mandiri kelompok ini dijadwalkan akan langsung diaplikasikan pada lahan percontohan (demplot) budidaya tanaman cabai di wilayah setempat.
Manager Program IDFoS Indonesia, Laily Mubarokah, menyatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem dan ekonomi petani.
“Harapannya dengan pelatihan ini bisa memperkuat kapasitas para petani hutan agar mampu memulihkan dan menjaga kualitas lahan mereka secara mandiri. Dengan beralih ke pupuk organik dan pembenah tanah buatan sendiri, kita tidak hanya menekan biaya produksi pertanian, tetapi juga mengembalikan kesuburan ekosistem hulu di kawasan hutan Sekar. Kami berharap KTH Wono Sekar Makmur II dapat menjadi pelopor pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan di Bojonegoro,” ujar Laily.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited, Ali Mahmud, berharap intervensi edukasi ini dapat meningkatkan wawasan para petani dalam menjaga kelestarian hutan produksi.
“Kita berharap pelatihan ini membuat pengetahuan dan keterampilan petani semakin meningkat. Kelak bisa sama-sama berguna untuk merawat hutan secara bersama-sama,” tutur Ali Mahmud.
Salah satu petani hutan yang hadir, Hari, mengungkapkan bahwa pelatihan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat lokal guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bertani yang ramah lingkungan.
Pelatihan pembuatan pupuk dan pembenah tanah organik ini sekaligus menjadi langkah persiapan bagi KTH Wono Sekar Makmur II. Dalam agenda ke depan, para petani hutan ini dijadwalkan akan melakukan penanaman komoditas tanaman keras (kehutanan) dan tanaman buah-buahan di kawasan hutan Sekar, tepatnya di area kerja KTH Wono Sekar Makmur II.



