,

Tingkatkan Kapasitas Pendamping, IDFoS Dalami Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Bojonegoro – Melanjutkan rangkaian pembekalan bagi pendamping dan relawan program pada hari kedua, Jumat (24/4). Sesi materi kedua yang berlangsung di Kantor IDFoS Indonesia ini menghadirkan Rizal Zubad Firdausi yang memberikan materi terkait pemberdayaan masyarakat serta teknik pendampingan lapangan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Rizal menjelaskan bahwa pemberdayaan merupakan sebuah proses untuk memfasilitasi serta mendorong masyarakat agar mampu mencapai kemandirian dan keberlanjutan dalam jangka panjang. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pendamping diukur dari kedekatannya dengan warga dampingan.

“Pendamping yang berhasil adalah mereka yang sudah bisa ‘dolan di dapur’ warga, dalam artian mampu berbaur sepenuhnya dengan masyarakat,” ujar Rizal. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa meski keakraban sangat diperlukan, pendamping harus menjaga batasan profesional agar tidak terjadi kedekatan yang berlebihan (kebablasen), yang terkadang memerlukan adanya rotasi pendamping secara berkala.

Baca juga:  Bentuk Tim untuk Persiapan Penyusunan Draft Maklumat Pelayanan

Selain aspek kedekatan, materi kali ini juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan program. Rizal memperkenalkan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (POD) sebagai kerangka kerja di lapangan. 

Metode ini dilakukan melalui empat tahapan utama. Dimulai dari pengalaman nyata peserta atau warga; melakukan pemikiran analisis atas pengalaman tersebut; menarik kesimpulan secara bersama-sama; melakukan penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Rizal juga mengingatkan para peserta bahwa dalam proses pemberdayaan, seorang pendamping harus mampu mengenali kekuatan serta kelemahan pribadi. Sikap saling menghormati dan memberikan penghargaan kepada masyarakat menjadi pondasi utama agar masukan atau saran yang diberikan dapat diterima dengan cara yang lebih persuasif dan humanis.

Baca juga:  Tim Penyusun Draft Maklumat Pelayanan Puskesmas Ponco Dibentuk

Melalui pembekalan ini, IDFoS Indonesia berharap para pendamping memiliki kesiapan mental dan metodologi yang kuat dalam menjalankan misi pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk mendukung keberhasilan berbagai program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.