,

Bumi Menangis Akibat Plastik: Peringatan Hari Bumi 2024

Pada peringatan Hari Bumi tahun ini, focus temanya adalah “Planet Vs Plastik”, dengan upaya untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai demi kesehatan manusia dan bumi. Target ambisius mengurangi produksi plastik sebesar 60% pada tahun 2040 telah ditetapkan, dengan tujuan membangun masa depan bebas plastik bagi generasi mendatang.

Menurut Earthday.org, untuk mencapai target tersebut, kesadaran publik tentang dampak negatif plastik terhadap manusia, hewan, dan keanekaragaman hayati harus ditingkatkan. Rencananya, plastik sekali pakai akan dihapus pada tahun 2030, dengan komitmen untuk melakukan penghapusan bertahap melalui Perjanjian PBB tentang Plastik pada tahun 2024.

Tumpukan sampah plastik yang mengotori lautan, danau, sungai, dan daratan bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga membahayakan lingkungan dan makhluk hidup. Polusi plastik merupakan ancaman nyata terhadap kesehatan manusia, dengan setiap menit ada satu juta botol plastik dibeli di seluruh dunia dan lima triliun kantong plastik digunakan setiap tahunnya.

Baca juga:  Koperasi Ngasem Gelar RAT Perdana dan Aksi Jogo Wono dalam Program Biru Langit Jambaran Tiung Biru

Melansir laman world population review Indonesia, sebagai peringkat ke-8 negara penghasil sampah plastik terbanyak di dunia, memiliki akumulasi sampah plastik sebesar ±3,4 juta ton. Data dari sipsn.menlhk.go.id menunjukkan bahwa sekitar 18,9% dari timbunan sampah di Indonesia pada tahun 2023 adalah sampah plastik.

Plastik bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia dan ekosistem bumi secara keseluruhan. Ketika plastik terurai menjadi mikroplastik, bahan kimia beracun dilepaskan ke dalam sumber makanan, air, dan udara.

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengatasi masalah sampah plastik, termasuk regulasi ketat terhadap industri plastik, Program Indonesia Bebas Sampah 2025, larangan penggunaan kantong plastik gratis di toko-toko modern, memberikan dukungan untuk pengembangan industri daur ulang plastik serta  kolaborasi dengan pihak swasta dan organisasi non-pemerintahan (LSM) dalam upaya mengatasi sampah plastik.

Baca juga:  Sambangi Blok Cepu Konjen AS Mampir Ke IDFoS

Sebagai bukti nyata IDFoS Indonesia bersama lebih dari 162 relawan dari puluhan organisasi yang ada di Bojonegoro mengkampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik saat ramadhan melalui aksi berbagi ECO TAKJIL, dimana eco takjil merupakan inisiatif untuk membagikan takjil dalam wadah yang ramah lingkungan yakni paket takjil nasi yang dikemas  dengan menggunakan dedaunan seperti daun pisang dan daun jati, kemudian dibungkus memakai kresek berbahan singkong  yang mana kemasan ini bisa terurai 100% menjadi materi organik dalam waktu 180 hari. Pembagian paket Eco Takjil bukan hanya membantu mereka yang berpuasa tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya memilih bahan yang berkelanjutan  serta ramah lingkungan.

Baca juga:  Musdes Pelaksanaan Tuntas, Beged-Ngraho Penandatanganan MoU

Namun, peran masyarakat juga sangat penting dalam mencapai tujuan bersama ini dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang dengan benar, dan menjaga kebersihan bumi.

Peringatan Hari Bumi merupakan pengingat bagi kita semua untuk terus berusaha menjaga bumi tetap hijau, bebas dari pencemaran, dan mengatasi permasalahan penumpukkan sampah plastik yang semakin memburuk. (ka)