,

Di Bawah Pohon Klampis, Mengukur Jejak Manfaat Program Pesona Hutan

Ngasem, 21 November 2024 – Di tengah hutan kawasan konservasi petak 52-A1, suasana damai menyelimuti kegiatan wawancara yang digelar untuk tahapan pengukuran dampak sosial program Agrosilvopastura.

IDFoS Indonesia memfasilitasi tim peneliti dari Olah Karsa dalam penggalian data menggunakan metode Social Return on Investment (SROI).

Berada di bawah rindangnya pohon klampis, tim mendengarkan cerita langsung dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah, yang selama ini menjadi penggerak utama program Agrosilvopastura. Program yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu ini diinisiasi melalui kolaborasi IDFoS Indonesia dan Pertamina EP Cepu Zona 12, dengan tujuan mengelola lahan hutan secara produktif sambil menjaga kelestariannya.

Baca juga:  Bersepakat untuk Tujuan Yang Sama dalam Pengelolaan Sampah

Pak Wiji, Ketua LMDH Ngasem Barokah, menyampaikan rasa syukurnya atas dampak positif yang dirasakan selama program berjalan. “Adanya program Agrosilvopastura ini banyak manfaat yang kami rasakan. Kami berharap program ini tetap berlanjut. Tanpa bantuan dari Pertamina dan IDFoS, kami tidak bisa mengelola hutan hingga sampai saat ini. Dulu tanahnya tidak bisa ditanami, sekarang sudah subur,“ ujarnya dengan penuh semangat.

Tidak hanya bapak-bapak LMDH, para ibu yang tergabung dalam kelompok pengelola juga berbagi cerita. Mereka turut mensupport  keberhasilan program, baik melalui kegiatan pendukung seperti pengelolaan hasil panen hingga aktivitas “jimpitan” untuk mendukung keberlanjutan program.

Melalui pengukuran SROI, data-data yang dikumpulkan akan diolah untuk memberikan gambaran konkret tentang manfaat program. Momen wawancara di tengah hutan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengukuran dampak, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Program Pesona Hutan telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik, keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Baca juga:  Diskusi Multipihak Tindak Lanjut Program Aksi Sehat 2018