,

IDFoS Indonesia Awali Capacity Building Mahasiswa Magang dengan Materi Ke-NGO-an

BOJONEGORO — IDFoS Indonesia mengawali rangkaian Capacity Building bagi mahasiswa magang dengan menghadirkan materi “Ke-NGO-an: Mengenal Dunia NGO Lebih Dekat” pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Kantor IDFoS Indonesia tersebut diikuti oleh 7 mahasiswa magang dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Sesi ini merupakan pembuka dari rangkaian Capacity Building yang akan dilaksanakan selama empat hari dengan beragam materi. Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa magang dengan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang relevan dengan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat sebelum mereka terlibat langsung dalam berbagai program IDFoS Indonesia.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Ahmad Muhajirin, S.Pd.I., M.Ag., Koordinator Divisi Advokasi Kebijakan Publik dan Lingkungan Hidup IDFoS Indonesia. Melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab, peserta diajak memahami konsep dasar Non-Governmental Organization (NGO), sejarah perkembangannya, serta peran strategis organisasi masyarakat sipil dalam mendorong perubahan sosial.

Baca juga:  IDFoS Indonesia Bekali Mahasiswa Magang dengan Pelatihan Penulisan Berita

Dalam paparannya, Ahmad Muhajirin menjelaskan bahwa NGO memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat, advokasi kebijakan publik, serta penguatan kapasitas komunitas. Menurutnya, NGO tidak hanya menjalankan berbagai program sosial, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain membahas konsep dasar NGO, peserta juga mendapatkan materi mengenai tipologi gerakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), karakteristik organisasi masyarakat sipil, serta konsep tiga peran utama LSM dalam menjalankan fungsi pemberdayaan, advokasi, dan pengembangan masyarakat.