Lewat Program Penghijauan EMCL, Petani Hutan Sekar Kembangkan Budidaya Cabai Semi Organik

Bojonegoro – Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Sekar Makmur 2, Desa Sekar, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, mulai melakukan persiapan penanaman demplot cabai dengan membuat bedengan di lahan garapan kelompok, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum proses penanaman sebagai bagian dari Program Penghijauan Tahun 2026.
Program tersebut diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), didukung oleh SKK Migas, serta difasilitasi oleh IDFoS Indonesia sebagai mitra pendamping masyarakat.

Pembuatan bedengan dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok di lahan garapan seluas 0,25 hektar. Bedengan disiapkan untuk menciptakan media tanam yang lebih baik sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman cabai secara optimal, terutama dalam menjaga drainase, kelembaban tanah, dan mempermudah pemeliharaan tanaman.
Selain sebagai persiapan teknis budidaya, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen kelompok tani dalam memanfaatkan lahan secara produktif dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan lingkungan.
Manager Program IDFoS Indonesia, Laily Mubarokah, mengatakan bahwa pengembangan demplot cabai semi organik merupakan bagian dari rangkaian Program Penghijauan Tahun 2026 yang mengintegrasikan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui demplot cabai semi organik ini, kami ingin memberikan contoh kepada petani bahwa lahan di sela-sela tanaman kehutanan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura, seperti cabai dan bawang merah. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, menambah pendapatan petani, sekaligus tetap mendukung fungsi konservasi kawasan hutan. Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Laily.



