IDFoS Indonesia Bersama BPDAS Solo Diskusikan IJL pada Sumber Air di Desa Ngunut

Dokumentasi saat berkunjung ke wisata air Grogolan
Bojonegoro-Tim IDFoS Indonesia bersama dengan beberapa stakeholder terkait mengunjungi Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Bojonegoro, pada Selasa, 16 Juli, tujuannya untuk berdiskusi terkait Pemanfatan Sumber Daya Air untuk Kepentingan Komersil dan Peluang Kontribusi Imbal Jasa Lingkungan.
Desa Ngunut, yang dikenal memiliki destinasi wisata alam, Sumber Mata Air Grogolan. Sumber Mata Air Grogolan merupakan salah satu daya tarik wisata yang menarik banyak pengunjung dengan keindahan alamnya yang asri dan airnya yang jernih. Selain sebagai destinasi wisata, mata air ini juga dijadikan sebagai sumber air baku yang dimanfaatkan untuk kebutuhan komersil.
Bersama Pemdes Ngunut, berkolaborasi dengan Forum Peduli DAS Bengawan Solo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo, IDFoS Indonesia dalam misi konservasi, melakukan pembahasan mengenai Sumber Mata Air Grogolan. Diskusi ini berlangsung di Balai Desa Ngunut dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Sumber Mata Air Grogolan.

Terdapat temuan dari kunjungan ini, yang pertama kondisi mata air di Ngunut yang saat ini dimanfaatkan untuk komersil, khususnya sebagai sumber air baku PDAM. Kedua, masyarakat merasakan bahwa kuantitas air yang tersedia untuk kebutuhan mereka semakin menurun dan yang ketiga masyarakat lokal belum merasakan manfaat yang lebih adil dari pengambilan air untuk keperluan komersil tersebut.
Dalam rangka mencapai pengelolaan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan, IDFoS Indonesia berencana untuk melakukan advokasi lebih lanjut. Advokasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan mata air tidak hanya memperhatikan kepentingan komersil, tetapi juga memperhatikan lingkungan dan konservasi. Tujuan utama dari advokasi ini adalah mencapai keadilan bersama melalui imbal jasa lingkungan yang sesuai dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ngunut melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih adil dan berkelanjutan.



